Ditulis Oleh : Sri Mulyanih
Pagi ini suasana sekolah berbeda dengan hari-hari biasanya. Suasana di
lapangan upacara terlihat begitu ramai. Berbagai kreativitas dari beberapa provinsi di Indonesia menghiasi setiap sudut lapangan. Amin dan Fadhil sibuk menghias stand dari provinsi DKI Jakarta. Bunga kelapa dan boneka ondel-ondel menghiasi bagian depan stand. Sebagai kegiatan performnya Fadhil dan Amin serta beberapa teman lainnya mengadakan pertunjukkan berbalas pantun. Semua mata tertuju pada perform yang dilakukan oleh Amin dan Fadhil sambil mengucapkan cakep.
Tepuk tangan dan sorak sorai pun terdengar gegap gempita memeriahkan acara tersebut. Amin dan Fadhil memang berasal dari suku Betawi dan mereka ingin melestarikan salah satu budaya Betawi yaitu berbalas pantun. Fatimah dan Siti juga menyambut pengunjung yang datang dengan menyajikan presentasi tentang beberapa makanan dan minuman khas Betawi.
Salah satunya Adalah bir pletok, yaitu minuman yang berupa ramuan dari rempah-rempah ditambah dengan serutan kayu secang, sehingga memberi warna merah yang menarik serta aroma yang menyegarkan. Sedangkan makanan yang disajikan adalah dodol Betawi dan kerak telor yang nikmat dan lezat. Semua sangat senang karena dapat melestarikan budaya lokal dengan mengenalkan kesenian, makanan, minuman, dan sastra. ***

